Alwan dan Rekannya, Bahu Membahu Capai Sulbar Bangkit

MAMUJU, KUMANIKA.com– Gempa Bumi yang berkekuatan 6.2 SR pada Jumat, 15 Januari 2021, dini hari, menjadi peristiwa yang tak terlupakan bagi masyarakat Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Kondisi yang mulai berangsur pulih, masyarakat berangsur meninggalkan posko pengunsian. Hanya saja, masyarakat kembali di kagetkan dengan gempa yang berkekuatan 4.5 SR pada Minggu 31/2/2021 pukul 20.13.

Gempa yang menimbulkan kepanikan tersebut membuat masyarakat kembali ke pengunsian dan meninggalkan rumanya.

Alwan Mardiansyah, salah seorang relawan yang berposko di Kabupaten Mamuju kepada kumanika.com membenarkan gempa berkekuatan 4.5 SR telah membuat masyarakat mengalami trauma.

“Sudah mulai berangsur pulih, masyarakat sudah banyak yang kembali ke rumahnya, tiba-tiba ada lagi gempa”, ungkapnya.

Alwan yang kesehariannya beprofesi sebagai tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulawesi Barat ini telah menjadi relawan bersama rekannya meski dirinya mengalami dampak dari gempa tersebut.

Baca Juga:  Kantor Bupati Bulukumba Terlihat Kotor, Andi Utta: Bagaimana Aparat Bisa Nyaman Bekerja

“Kami dari awal telah membuka donasi serta menerima bantuan secara langsung dari para donatur. Donasi yang terkumpul kami belanjakan perlengkapan bayi, seperti susu dan makanan bayi, serta tenda untuk masyarakat yang mengungsi”, jelasnya

Ippank sapaan akrab Alwan Mardiansyah, mengatakan dari hasil donasi yang masuk. Ia bersama rekan relawan lainnya juga meluangkan waktu untuk mengecek posko pengungsi yang memiliki bayi dan masyarakat terdampak yang membutuhkan tenda dan sembako.

“Saya sangat berterima kasih kepada para donatur yang selama ini telah membantu, dan juga support dari bapak Anggota DPRD Mamuju, Febrianto Wijaya dan Bapak Anggota DPRD Bulukumba Ahmad Akbar yang telah membantu kami tenda untuk para pengungsi”, terangnya.

Baca Juga:  KKB Mamuju Programkan Trauma Healing Untuk Anak-anak Korban Gempa

Saat disinggung alasannya menjadi relawan, pria kelahiran Bulukumba ini mengaku tergerak lantaran prihatin melihat kondisi warga yang membutuhkan uluran tangan.

“Secara pribadi, saya excited karena ini merupakan pengalaman pertama saya sebagai relawan bencana, dan saya juga harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat mamuju”, Kata Ippank .

Kini dia kembali merasa khawatir atas terjadi bencana susulan. Menurutnya saat masyarakat sangat membutuhkan tenda karena pengungsi yang sebelumnya telah kembali ke rumah kini kembali mengungsi.

“Saya merasa senang bisa membantu teman-teman yang membutuhkan tapi kini kembali khawatir atas gempa 4.5 SR dua hari lalu, sekarang masyarakat sangat membutuhkan tenda untuk kembali mengungsi,” tuturnya.

Reporter: Ihsan Makkaraja

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template