Home / POLITIK

Kamis, 4 Juni 2020 - 11:58 WIB

Aktivis 98 Ogah Minta Maaf ke Adik Nurdin Halid Soal Golkar

Aktivis 98 Attock Soeharto (ist)

Aktivis 98 Attock Soeharto (ist)

MAKASSAR, KUMANIKA.com – Perseteruan Attock Soeharto dengan adik kandung Nurdin Halid, Kadir Halid bakal berbuntut panjang. Pasalnya kandidat doktor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini ogah meminta maaf atas pernyataannya di media.

Politisi Golkar, Kadir Halid pun telah melayangkan surat somasi melalui kuasa hukumnya Hery Syamsuddin.

Diketahui, Attock memberi komentar ihwal polemik di internal DPD I Partai Golkar Sulsel jelang Musyawarah Daerah (Musda).

Dalam komentarnya, aktivis 98 itu menyebut “Nurdin Halid telah mempersiapkan adiknya Kadir Halid untuk mengantikannya di Musda”.

Merasa keberatan atas pernyataan itu, Kadir melalui Hery Syamsuddin melayangkan dua poin somasi kepada Attock. Pertama, meminta yang bersangkutan melakukan klarifikasi terkait komentarnya di media online Herald Makassar.

Kedua, Hery meminta kepada Attock untuk melakukan minta maaf terbuka melalui media online kepada Kadir Halid yang tak lain adalah adik kandung Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid.

Baca Juga:  Diupah Rp25 Perlembar, 30 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Selayar

“Saya berterima kasih atas somasi itu, tapi saya lihat ada yang keliru dalam somasi itu, bahwa semua konten somasi itu tidak sesuai dengan fakta. Untuk itu, saya tolak minta maaf,” ujar Attock Soeharto, Kamis (4/6/2020).

Menurut Attock dengan adanya surat somasi tersebut, seharusnya yang minta maaf itu Nurdin Halid dan Kadir Halid.

“Karena dengan ada somasi ini, menurut ku seharusnya dia yang minta maaf beserta pengacaranya karena telah memfitnah saya lewat somasi itu,” tegas dia.

Attock juga menilai apa yang telah dilakukan Kadir Halid melakukan somasi adalah bentuk pembungkaman kebebasan berpendapat dari kalangan akademisi atas dinamika politik yang terjadi.

Baca Juga:  Pleno DPD Golkar Ricuh,  AMPI Bulukumba :  Jangan Ada Konflik di Tubuh Golkar 

“Menurut hemat saya, sebagai politisi itu mestinya jangan baper, apa yang telah dilakukan ini juga membungkam kebebasan berpendapat tentunya. Apa lagi ada fakta yang beredar di publik, di mana ada formulir surat dukungan atas nama Kadir Halid,” tandas Attock.

Hery Syamsuddin atas nama Kadir Halid melayangkan somasi terhadap pihak yang dianggap telah menyebarkan berita bohong atau fitnah yang disebar melalui media online dan grup WhatsApp.

Pernyataan-pernyataan yang disebar melalui media online dan group WhatsApp Accarita ki, dianggap tidak benar, fitnah dan omong kosong yang merugikan Kadir Halid.

“Pernyataan ini disetting seolah-olah Nurdin Halid membackup adiknya Kadir Halid untuk jadi Ketua di Musda Golkar nanti,” papar Hery Syamsuddin. (**)

Share :

Baca Juga

POLITIK

Diduga Kampanyekan Wakilnya di Pilkada, Bupati Bulukumba Dilaporkan ke Bawaslu

POLITIK

Resmi Mendaftar di KPU Selayar, Bacalon ZAS Diusung Tiga Parpol

POLITIK

Ketua PSI Bulukumba Sebut Dukungannya Bukan Ke Andi Utta-Edy Manaf di Pilkada

POLITIK

Kahar Muslim: Pilkada Bulukumba Hanya Pertarungan Harapan Baru dan Asik

POLITIK

JMS-HAMAS Pastikan Maju dan Perkenalkan Jargon “Baik Untuk Bulukumba”

POLITIK

Bawaslu Bulukumba Dalami Foto Oknum Camat Berpose Simbol Nomor 3

POLITIK

DPRD Bulukumba Rasionalisasi Anggaran Sebanyak Rp 8 Miliar

POLITIK

Andi Utta Ajak Masyarakat Saksikan Pelantikan Via Live Streaming