Akhirnya Insentif Covid-19 RSSDR Bulukumba Cair

 BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Insentif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba telah cair.

Pelaksana Tugas (PLT) Rumah Sakit Sultan Dg Raja dr Rizal Dappi yang dikonfirmasi membenarkan perihal hal pencairan tersebut. Ia mengatakan jika jumlah insentif yang diterima para staf RSSDR sebesar Rp5 juta.

“Para staff ini masuk dalam tim teknis TGC (Tim Gerak Cepat) yang sudah terdaftar namanya ke dalam SK (Surat Keputusan) sejak awal pandemi Covid-19,” jelas dr Rizal.

Lebih lanjut dr Rizal mengatakan jika para staf ini ikut bekerja membantu pendistribusian logistik bagi tenaga kesehatan (Nakes).

“Mereka yang membantu mendistribusikan makanan dan penambah daya tahan tubuh bagi nakes yang  kami sediakan secara swakelola mulai dari petugas jaga sore sampai jaga malam,” tambahnya.

dr Rizal menjelaskan jika para staf yang bekerja untuk lingkup RSUD ini membantu nakes untuk melakukan persiapan pada pasien yang terkonfirmasi positif

Baca Juga:  Ini Pantangan Jika Punya Riwayat GERD Atau Asam Lambung

“Disaat ada pasien terkonfirmasi positif yang meninggal baik sore maupun tengah malam, mereka ikut membantu menyiapkan dan memakaikan pakaian hazmat dan persiapan lainnya,” jelasnya.

dr Rizal menyampaikan jika besaran dana insentif yang cair memang bervariasi, karena Tim TGC dibentuk untuk mengambil langkah-langkah cepat dalam menghadapi kasus covid saat itu.

Tim TGC bukan hanya tim teknis saja tapi juga terdiri dari tim medis dan penunjang.

“Untuk perawat yang bersentuhan langsung itu adalah yang bertugas di perawatan petunia dan Bougenville saat awal covid, dan mereka  mendapat insentif langsung dari kementrian kesehatan,” jelasnya.

Rizal melanjutkan, pada awalnya semua Tim TGC sudah dianggarkan untuk mendapatkan insentif dari pemda yang di bebani ke dana BLUD.

Baca Juga:  Ilham Azikin Dorong Organisasi Kepemudaan Gelar Vaksinasi Klaster Pelajar

Namun, seiring berjalannya waktu muncul juknis dari pusat, untuk tim medis dan nakes lainnya mendaptkan insentif dari kementrian kesehatan.

Dengan juknis yang sudah di tentukan dimana sebagian tidak bisa mendapat insentif dari dana APBD. Lebih jauh ia menjelaskan, jika Tim TGC ini dibentuk sejak awal covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, yakni pada Maret 2020 lalu.

Saat itu SK-nya diteken oleh Mantan Plt Direktur RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, dr Abdul Rajab. Insentif para TGC bervariasi, Tim Utama mulai Rp1,5 – 2,5 juta, Tim Non Medik Rp1 juta per orang, kecuali cleanig service Rp700 ribu per orang.

“Para staf yang menerima ini masuk anggota teknis, dia dapat insentif Rp1 juta. Kenapa bisa dapat Rp5 juta, karena terlambat tidak dilakukan pembayaran, jadi sekaligus dia dapat,” jelasnya.

Reporter: IKM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template