Home / DAERAH

Kamis, 4 Juni 2020 - 10:35 WIB

DPRD Anggap Program Kotaku tak Sesuai Harapan

Ilustrasi

Ilustrasi

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Program Pengentasan Kawasan Kumuh Berbasis Masyarakat (Kotaku) di Kabupaten Bulukumba dengan anggaran senilai Rp24 miliar lebih pada tahun 2019 tersebut dianggap tak sesuai harapan.

Program yang sejatinya untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan, serta mendukung perwujudan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan itu dinilai gagal.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki. Seharusnya kata dia, elemen masyarakat mesti merasakan dampak positif dari program ini.

Baca Juga:  Minta BAP Ulang, Kuasa Hukum: ER Akan Beberkan Kemana Saja Dana BOK Mengalir

“Sesuai dengan nama programnya, yakni kota tanpa kumuh. Misalnya kalau program sarana air bersih, masyarakat harus benar-benar menikmati,” terang Ketua PAN Bulukumba itu, Kamis (4/6/2020).

Pengentasan Kotaku lanjut Andi Naing, bertujuan memperbaiki akses masyarakat dari segi infrastruktur dan fasilitas pelayanan di permukiman kumuh perkotaan.

Program balai latihan keterampilan kerja contohnya, menurutnya, pihak terkait selaku penanggung jawab kegiatan pembangunan seharusnya betul-betul melihat dan mengawasinya.

“Kan begitu gunanya ada penanggung jawab kegiatan. Kalau ada pekerjaan yang belum sesuai, misalnya volumennya kurang, tentu wajib ditambah dan pekerjaannya perlu dibenahi ulang,” ujar Zulkarnain Pangki.

Baca Juga:  Belum Perna Difungsikan, Proyek Kolam Senilai Rp140 Juta Sudah Rusak

Diketahui Kabupaten Bulukumba di bawah kepemimpinan AM Sukri Sappewali-Tomy Satria Yulianto, menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menerima bantuan untuk program Kotaku.

Anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi PAN, Supriadi, menilai bahwa hasil dari program Kotaku tidak begitu nampak membawa perubahan pada daerah yang masuk ketegori kumuh. “Tidak ada perubahan apapun di kawasan katagori kumuh,” keluhnya, Jumat (15/05/2020) lalu. (*/hen)

Share :

Baca Juga

DAERAH

Positif Covid-19 Bulukumba Bertambah 12 Kasus: 2 Pelaku Perjalanan, 2 Bergejala, 8 Kontak Tracing

DAERAH

Kasus Korupsi BOK Dinkes: Polisi Periksa 4 Bendahara Puskesmas di Bulukumba

DAERAH

Bupati Bulukumba Serahkan Hibah Tanah Pelabuhan Leppe’e

DAERAH

40 Kasus Dugaan Pelanggaran Warnai Pilkada Selayar

DAERAH

Positif Covid-19 di Bulukumba Masih Meningkat, Hari Ini Tambah 5 Kasus

DAERAH

Hari Ini, Bupati Bulukumba Resmi Buka Kawasan Wisata Pantai Tanjung Bira

DAERAH

Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Bulukumba Terkendala Hasil Audit Inspektorat

DAERAH

Usai Vaksinasi Covid-19, Ilham Azikin: Sehat untuk Kita Semua
error: Content is protected !!